Properti Kebudayaan Penting

Patung Duduk Yakushi (Bhaisajyaguru) dengan Pernis Kering

periode Nara
Pernis kering di atas inti kayu, pernis berlapis emas (daun emas)
1 patung
Tinggi patung: 68,3 cm

Artikel ini dapat dibaca dalam 2 menit.

乾漆薬師如来坐像

Doa dan transendensi
Periode Nara
yang tergambar dalam patung kecil

Meskipun tingginya hanya 68,3 sentimeter, patung Buddha Yakushi (Bhaisajyaguru) yang relatif kecil ini memiliki aura kehadiran yang kuat. Patung ini dibuat pada periode Nara (710–794) dengan teknik mokushin kanshitsuzō (pernis kering inti kayu), yaitu inti patung diukir dari kayu, lalu dilapisi kain rami dan pernis hingga berlapis-lapis untuk membentuk wujud akhirnya.

Patung ini mengikuti gaya ikonografi kuno, di mana Yakushi, Buddha Pengobatan, tidak memegang kendi obat di tangan kirinya. Patung ini menampilkan ciri-ciri yang berlebihan, seperti mata yang besar dan sorot tajam, tangan yang panjang dan terkulai, serta lipatan jubah yang bergelombang. Dipercaya bahwa penggambaran Yakushi ini melambangkan terkabulnya doa melalui pencerahan ajaran Buddhisme Esoterik.

Meskipun asal-usul patung ini tidak diketahui, kemungkinan patung diabadikan di Kuil Takaosanji, yang berdiri di lokasi itu sebelum Kuil Jingoji didirikan pada tahun 824. Dengan demikian, patung ini merupakan peninggalan berharga yang menceritakan sejarah panjang kuil Jingoji.

MOVIE

Rasakan kehadirannya
melalui video.

Video narasi yang menampilkan Patung Duduk Yakushi (Bhaisajyaguru) dengan Pernis Kering. Dapatkan gambaran yang lebih dalam tentang keindahan properti ini dengan menonton videonya.

Durasi: (Audio akan diputar)

Tonton Panduan Video

Silakan jawab kuesioner kami.

Perkiraan waktu: 30 detik

Kuesioner

Silakan berikan penilaian terhadap halaman warisan budaya ini. (Total 4 pertanyaan)

1/4

Audio guide

0:00 0:00