Aula Kondō
1935
irimoya-zukuri
hongawara-buki
Lebar bagian depan: Lebih dari 20 m
Artikel ini dapat dibaca dalam 2 menit.

Jantung dari kuil kuno ini
bersinar dalam warna merah terang dan putih
Aula Kondō berdiri di pusat kompleks Kuil Jingoji, di puncak tangga batu yang panjang. Bangunan besar ini memiliki atap pelana dan perisai yang dilapisi genteng tradisional Jepang , termasuk genteng besar berwajah iblis yang dipasang di puncak bubungan utamanya. Pada musim semi dan gugur, pilar bercat merah menyala dan dinding putih Aula Kondō tampak mencolok di antara bunga sakura dan dedaunan musim gugur.




Di dalam aula, pilar dan braket penyangga melengkung pada balok utama, dihiasi pola bunga hōsō berwarna mencolok. Ruang tengah aula berfungsi sebagai area suci dalam. Di dalamnya ditempatkan objek pemujaan utama kuil, Patung Berdiri Yakushi (Bhaisajyaguru), sebuah Harta Nasional, yang dikelilingi oleh patung suci lainnya.



Dibangun kembali pada awal era Shōwa (1926–1989), aula ini dianggap sebagai puncak arsitektur kuil Buddha modern.


zushi (kuil miniatur)
Sebuah benda suci Buddhis untuk menyemayamkan benda-benda seperti patung Buddha, relik, dan gulungan sutra.

periode Shōwa
Periode Shōwa (1926–1989) berlangsung pada masa pemerintahan Kaisar Shōwa (Hirohito) (1901–1989), kaisar ke-124 Jepang.
shumidan (altar utama)
Sebuah platform yang digunakan untuk mengabadikan patung Buddha dan tokoh-tokoh lainnya.

pola bunga

kaerumata
Merupakan komponen struktur kayu yang diletakkan di antara 2 balok horizontal tersusun secara pararel dan berbentuk kedua ujung melebar dan melengkung ke arah bawah seperti kaki katak terbuka (“kaeru” berarti “katak”, dan “mata” berarti “selangkangan”). Selain itu, dikatakan juga bahwa nama tersebut berasal dari “karimata”, sejenis bentuk mata panah, yang ujungnya terbelah 2.

genteng atap Onigawara
Ini adalah genteng-genteng hias yang diletakkan di tepi puncak atap utama dan bagian miring atap. Genteng-gentengnya sering kali berbentuk wajah setan atau makhluk spiritual. Genteng-genteng ini memiliki fungsi praktis untuk melindungi bangunan dari hujan dan angin, tetapi juga melambangkan otoritas keagamaan dan perlindungan terhadap kejahatan.

Puncak atap utama (oomune)
Ini adalah bubungan utama di puncak atap. Memiliki makna religius dalam arsitektur kuil dan tempat suci.

hongawara-buki
Metode pemasangan atap dengan dua jenis genteng, genteng cekung dan genteng cembung semi silinder, dipasang secara selang-seling. Metode bersejarah ini telah digunakan sejak Kuil Asukadera dibangun, yaitu kuil skala penuh pertama di Jepang dan dibangun pada akhir abad ke6.

naijin (ruang suci utama)
Ruang terdalam pada kuil atau tempat suci, di mana shintai (benda yang dianggap sebagai manifestasi atau simbol ketuhanan) atau gambar utama Buddha diabadikan.
irimoya-zukuri
Atap pelana (kirizuma-zukuri) di atas bagian struktur bangunan dan atap limasan dipasang pada bagian keempat sisi lis. (struktur atap pelana & limasan)

MOVIE
Rasakan kehadirannya
melalui video.
Video narasi yang menampilkan Aula Kondō. Dapatkan gambaran yang lebih dalam tentang keindahan properti ini dengan menonton videonya.
Durasi: (Audio akan diputar)
Silakan jawab kuesioner kami.
Perkiraan waktu: 30 detik